Blog ini berisi berbagai tugas dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pelajaran Bahasa Indonesia yang diberikan Bapak BUDIYONO, S.Pd. Silakan Anda manfaatkan sebaik mungkin.
Alhamdulillah, SMA Negeri 1 Surakarta mendapatkan juara lagi. Kali ini di bidang sastra Indonesia.
Adalah Otiviandri (X2), Gita Ayu (X5), Iftitah (X7), dan Haqiqi Masnatin (X8) yang secara berurutan mendapatkan Juara 1, 2, dan Harapan 1 Lomba Baca Puisi tingkat Prov. Jateng dan Juara 2 Lomba Baca Puisi tingkat Prov. Jateng yang kesemuanya diadakan oleh FKIP UMS pada 1 April 2010-31 Mei 2010.
Semoga mereka semakin hebat dalam berkarya dan berkompetisi. Semoga pula siswa-siswi SMANSA selalu menjadi yang terbaik.
Bagi yang ingin mendownload cerpen yang dikirimkan dari SMA Negeri 1 Surakarta pada perlombaan tersebut, silahkan DOWNLOAD DI SINI.
Puji syukur kehadirat Tuhan YME karena atas kehendakNya akhirnya SMA Negeri 1 Surakarta kembali memperoleh juara. Kejuarann yang berhasil dimenangkan kali ini berhubungan dengan lomba baca puisi. Lomba baca puisi tingkat nasional yang diadakan MA Sunan Pandanaran, Yogyakarta pada Minggu, 4 April 2010 ini diikuti 111 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Pada perlombaan ini SMA Negeri 1 Surakarta memperoleh Juara II (Dua) atas nama SAKINAH LISA (Kelas X8) dan Juara VIII atas nama HAQIQI MASNATIN (Kelas X8) dari sembilan tropi yang diperebutkan. Semoga dengan keberhasilan ini SMA Negeri 1 Surakarta lebih bersemangat untuk semakin maju, karena nyatanya bukan hanya ilmu eksak saja yang dikuasai (Insyaallah) namun juga bahasa dan ilmu sosial.
Akhirnya, MARI KITA BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK SMANSA KITA TERCINTA!
Mereka, tertawa, kalian, kami, semua, tegak, ia, dia kita semua. senyuman. Dan aku, seluruh jiwaku….
Idealism, keegoisan, emosian, nafsu -bersatu. Kesungguhan-belingsatan. Kekuatan, keyakinan, semangat, daya upaya, apa adanya. Dalam diri pribadi, dan bara idiom ku…
Fatamorgana, gelap gulita, panorama senja. Goresan warna, dan gurat sisi rupa. Jingga, hijau, biru, hingga ungu. Pekat melekat, hitam. Dari segala warna…
Sedih, senang, suka, duka, kabung, gembira. Curahan dalam. Dan semua perasaan…
Datang, pergi, begitu-saja. Hidup mati. Silih-berganti. Cepat, perlahan, nyala, padam. Layu, kokoh. Duduk berdiri. dan setiap situasi , tlah ku dedikasi….
Setan, malaikat. Dirimu, dirinya. Untuk mu, untuknya, untuk mereka. dan kita bersama, juga orang-orang sekeliling mata….
tak ada kalimat yang bisa ku ucap selain sahabat selamanya. . :)
siluet bernama desir.
Mutiara x1
pukul sepuluh lebih sepuluh. aku serasa selesai menanam rumus kimia dalam benakku. Molekul-molekul itu telah ku pupuk agar bisa ku panen esok hari. aku mulai merasa lelah. kuletakkan benda-benda yang sudah terlalu sering ku jamah. tubuhku terlentang santai merebah. sayu swara jemu di sebelah bilikku, buat bertanya angin lalu. aku penat terasa semua melingkar satu persatu-satu datar menyengat. tak memeberontak, hanya memaksaku memutar kembali melodi hangat walau kadang rusak. aku memakai jaket tikus ku, mendekap erat guling kecil peredam perasaan gigil.kedua kaki ku terasa kuyu, otot-otot betisku menegang, menyudutkan minta diperhatikan. wlau mata mulai terpejam, sinkronasi otak dan hati enggan diam. masih saja berusaha mencari chemistry dalam pelajaran chemistry. "sudah hentikan, saatnya kau ke peraduan, jangan terlalu dipusingkan. waktu akan terus berjalan ke depan walau kau coba mencuil detak jarumnya, tiada mempan kawan. . ia akan terus berputar karena ia pengemban tugas pembawa peradaban. kau harus mengerti , esok masih misteri yang harus minta persetujuan ilahi.tentang Dia atau Kamu, lepaskan dulu, beri mereka sedikit waktu untuk bertahan dari hatimu. sekarang lebih baik bersembunyilah di balik selimut tebalmu, bermimpilah bersama orang-orang penikmat lelah di alam berkah nan barokah. Dan jika Allah memeluknya, maka besok Dia akan membawamu pada inchi peradaban munculnya matahari. sekarang berdoalah, percayalah esok akan baik-baik saja meski kau meragukannya :)" kata sebuah siluet yang bernama desir. dia begitu bijak bukan memilih diksi-diksi terbaik agar pemiliknya mengerti. si desir pun diam. lalu aku mengajaknya pergi berdormansi ke aura malam.
-->
AKU
Prathuita X3
Aku…
Aku hanya manusia biasa
Yang tak pandai merangkai kata
Tuk buat orang terpana
Tuk buat orang terpesona
Aku…
Aku hanya manusia biasa
Makhluk Tuhan yang penuh dosa
Yang kadang hidup bahagia
Dan kadang hidup sengsara
Aku…
Aku hanya manusia biasa
Yang terus berkelana
Tuk mencari apa artinya cinta
-->
Sebuah Pengakuan Seorang Gadis Buta
Gadis buta yang merana hanya karena sebuah rasa
Karya: Prathita X3
Rasa itu terus berkembang di dalam hati
Menyusup ke relung-relung sukma
Bergelayut di antara rangka-rangka hati
Perlahan rasa itu mulai mengisi kekosongan
Kekosongan yang berlangsung lama
Kekosongan yang menunggu siapa gerangan sosok yang dapat mengisinya
Mengisinya dengan sepenuh jiwa
Mengisinya dengan aura kebahagiaan
Rasa itu terus meringsek
Tanpa kusanggup mencegahnya
Rasa itu terus mengikat erat
Tanpa kusanggup untuk melepaskannya
Rasa itu sungguh indah
Seindah senyumnya yang seperti senyuman malaikat
Rasa itu murni dan suci
Ketika rasa itu kubuang jauh
Ketika itu juga rasa itu kembali dan semakin kuat
Ketika rasa itu kucoba untuk kulupakan
Ketika itu juga kusemakin mengingatnya
Ketika ku tahu bahwa memilikinya sama saja melukis di atas air
Ketika itu juga ku merasa terpuruk, merana, dan sengsara
Ini semua sungguh menyiksa
Sungguh merusak akal sehatku
Rasa ini membuatku bersikap tidak rasional
Berfikir tidak logis
Beranggapan bahwa dia adalah tujuan hidupku adalah suatu kesalahan besar
Kesalahan yang dapat membawaku menuju kehancuran
Pada akhirnya
Ku mulai menyusun kembali serpihan-serpihan akal sehatku yang dikacau-balaukannya
Aku pun tersadar
Ketika kuberhasil mendapatkannya
Kemudian apa tujuan hidupku selanjutnya
Jawabannya adalah aku tidak tahu
Itulah masalahnya
Masalahnya adalah diriku sendiri
Ku terlalu menganggap dia adalah segalanya
Dia ku ibaratkan seperti matahari
Jika tidak ada dia maka aku tidak bisa hidup
Jika tidak ada dia aku akan sengsara dan merana
Jika tidak mendapatkan dia aku akan gila
Ternyata aku salah
Justru berusaha mendapatkannya yang membuatku menjadi tidak bisa hidup
Justru berusaha meraihnya yang membuat hatiku merana
Justru berusaha merengkuhnya membuat hidupku menjadi sengsara
Membuat aku jadi gila
Aku bersyukur karena Tuhan telah membukakan mataku yang selama ini buta
Buta karena rasa yang membuatku nyaris gila
Kini aku yakin
Aku dapat hidup tanpanya
Toh di dunia ini banyak yang lebih baik darinya
Aku mulai memupuk rasa percaya bahwa ketika ku tak dapat meraih bulan
Aku dapat meraih bintang
Ketika kuberusaha untuk memperbaiki hidupku
Ketika itu juga kebahagiaan akan menyambutku
Karena hal yang baik dimulai dari niat yang baik
Dan aku akan selalu ingat
Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama
Karena aku tahu bahwa aku telah tahu
Karena aku mulai mengerti apa yang dulu tidak kumengerti
Karena aku sudah dapat melihat apa yang dulu tidak dapat kulihat….
Terima kasih buatmu, karena kamu aku jadi tahu apa yang tidak aku tahu
Dan terima kasih karena pada periode tertentu kamu rela ku jadikan bintang di malamku yang kelam…
Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.
1998
Ironis, bukan? Ternyata semua orang telah hidup dalam kepalsuan. Saya, Anda, mereka, dan semua orang adalah kepalsuan. Tapi, begitulah hidup, nyatanya semua orang pun pernah menjadi palsu dalam situasi tertentu. Semoga puisi ini bisa menjadi bahan introspeksi kita untuk menjadi yang lebih baik dan semakin jauh dari kepalsuan.
Oke, tak perlulah kita memanjangkan pembicaraan tentang kepalsuan karena kita pasti akan terjebak dalam kepalsuan pembicaraan juga. Akhirnya, tervonislah tulisan ini sebagai tulisan palsu.
Puisi, sebagai salah satu jenis karya sastra, membawa misi yang begitu besar dalam kehidupan. Seringkali puisi bertugas memperbaiki akhlaq dari masyarakat (yah, meskipun tidak semua sastrawan berakhlaq). Segala bentuk kehidupan manusia tertuang dalam baris-baris yang membentangkan keindahan. Alhasil, sembari menikmati keindahannya kita telah belajar tentang hidup. Jadi, mari kita bersenang-senang dengan puisi.
Berikut ini ada file video pembacaan puisi yang dapat Anda download.
Oh ya, hampir lupa, untuk siswa SMA Negeri 1 Surakarta kelas X, kalian harus mempunyai video ini untuk kelancaran pengajaran. REVOLUSI KEBANGSAAN (WS RENDRA)
Mendengar puisi-puisi Gusmus, hati selalu tiba-tiba hangus, tetapi kemudian perlahan menghalus. Mendengar syair-syair Bisri, hati saya nyeri, tetapi kemudian sadar bahwa saya mesti mencari diri. Jika kamu ingin merasakan hal yang sama, silakan unduh link puisi-puisi Mustafa Bisri berikut:
Berikut ini beberapa puisi Mustafa Bisri MP3 yang bisa kamu download dan nikmati. Hm, kayaknya Bisri tak terhitung jemari; ia hadir bagai kecambah kata yang menari. Puisi-puisinya top banget, membobol liang kesadaran kita yang mampet. Oh, selain sebagai seorang kiyai, penyair, novelis, pelukis, budayawan dan cendekiawan muslim, si doi kayaknya patut jadi presiden negeri ini (Tapi kayaknya kurang asyik). Bagi kamu yang kecanduan nasihat-puisi Bisri, silakan unduh.(dari Manuskrip Kesunyian)
Unduh:
Ini adalah koleksi musikalisasi puisi Gadis Kecil dari puisi-puisi Sapardi. Kumpulan kedua ini tak kalah sendu dan romantis. Musik dan larik-larik puisinya tetap bersahutan harmonis dan manja. Saya tak bosan mendengarnya, penuh inspirasi! Dibawakan oleh Reda Gaudiamo & Tatyana, dua ibu yang suka puisi dan menyanyi, diiringi gitar (Jubing dan Umar), flute (Budjel Dipuro), bass (Mark Willianto) dan biola (Henri Lamiri) Mm, bagi kamu yang belum punya, silakan unduh.
Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono memang romantis, memang nikmat. Puisi-puisi Sapardi memang unik dan menarik, sarat makna, bahasanya sederhana. Ya, membacanya saja sudah bikin saya gelisah. Apalagi jika puisi-puisi itu dinyanyikan dengan irama yang lembut, wah bisa deg-degan euy! Puisi-puisi itu, ketika dinyanyiakan, jadi tambah hidup. Saya dengar lembutnya Gitaris Jubing Kristianto mengiringi nyanyian mesra Reda Gaudiamo, dan Ari Malibu saat melantunkan puisi cinta-nya Sapardi. Saya jadi merasa sedang jatuh cinta pada apapun. (Manuskrip Kesunyian)